THE CHATTERBOX INSIGHTS
August 28, 2008 by guru-tengil
Many thanks to me dearest fellow soul traveller and the Chatterbox cafe (we’re sitting there for nearly 5 hours! hahaha)
1) Cinta (Love) dan Kasih (Compassion) adalah penunjuk jalan (Compass)
2) Sebuah
kekuatan (Power) ataupun energi yang besar perlu diolah dengan
kebijaksanaan, kasih dan etika. Tanpa kebijaksanaan, sebuah kekuatan
akan menjadi pameran semata. Tanpa kasih, sebuah kekuatan akan mudah
menjadi frustrasi dan kemarahan, tanpa etika sebuah kekuatan adalah
ketidakmatangan dan akan menjadi “kesewenangan”. Pertanyaannya adalah :
lalu apa – so what- yang akan diperbuat dengan kekuatan dan kekuasaan
yang dimiliki?
3) Setiap
peristiwa, setiap orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita
membawa maknanya masing-masing dan merupakan pencerminan atas
pergerakan kondisi mental yang tengah terjadi dalam diri kita
(misalnya, sahabat, pasangan dan “musuh/orang yang tidak menyukai kita”
merupakan cerminan siapa kita yang sesungguhnya dan pelajaran/tugas apa
yang harus kita hadapi).
4) Tuhan memberikan banyak pertanda dalam kehidupan kita sebagai panduan untuk memilih dengan kehendak bebas (free will) kita secara sadar dan bertanggung jawab. Pertanda
datang melalui mimpi, inspirasi, kejadian, perkataan orang lain dll.
Seseorang dengan kesadaran yang lebih tinggi akan mampu memilah
pertanda dan maknanya, antara bisikan nurani dan dorongan ego.
5) Pilihan
seseorang dalam setiap detik hidupnya saling mempengaruhi jalannya
kehidupan dan sejarah dunia secara keseluruhan untuk jangka waktu yang
tak terhingga. (contoh favorit = andai ibunya Hitler jadi
menggugurkannya, sejarah manusia tidak akan seperti sekarang. Dunia
tidak mengenal holocaust dan sekian juta orang tidak akan mati dalam
kamp konsentrasi, sekian juta yang lainnya tidak akan hidup dengan luka
batin dan trauma dan dendam)
6) Manusia
cenderung “menolak untuk bahagia” karena ketakutan bawah sadarnya akan
fakta bahwa tidak ada sesuatu yang kekal abadi dan kemungkinan rasa
sakit yang akan dialami saat kehilangan sesuatu yang membuatnya
bahagia. Sehingga, tanpa sadar hal ini menimbulkan kontradiksi, antara
keinginan abadi untuk merasa bahagia dan ketakutan bahwa
kebahagiaan itu tidak akan abadi (dan memang segalanya fana belaka).
Efek yang sering kali timbul adalah mempertanyakan maksud dari
kehadiran kebahagiaan itu sendiri hingga sering seolah kurang
mensyukurinya.
7) Ketakutan akan penderitaan lebih menyakitkan dan menyiksa daripada penderitaan itu sendiri.
8) Detachment
adalah kemampuan untuk mengambil jarak dan menempatkan diri diluar
sebuah persoalan, bukannya melarikan diri dari sebuah persoalan.
Detachment merupakan bentuk empati untuk bisa menempatkan diri dalam
posisi orang lain yang netral, agar jernih dalam pengambilan sebuah
keputusan.
9) Detachment
juga bukan merupakan sikap nrimo yang pasif, melainkan sikap penyerahan
diri yang total terhadap hasil apapun yang diterima dari buah usaha
optimalnya. (analoginya= kita tetap harus memelihara tanaman kita dgn
baik agar panen optimal dengan berbagai upaya pemupukan dan pengairan
dll, termasuk melindunginya dari pengaruh luar yang tak terhindarkan
seperti cuaca, curah hujan dan hama J)
10) Realitas
adalah sesuatu yang kita terima dan persepsikan sebagai sesuatu yang
nyata. Bahkan ketika sesuatu itu maya tak terlihat. Realitas juga
dipengaruhi oleh perulangan (pola) kejadian. Sesuatu yang terjadi dan
diterima oleh panca indera secara terus menerus akan diterima sebagai
kenyataan (mis: anggapan orang terhadap kita akan mempengaruhi
bagaimana kita memandang diri sendiri)
11) Watch
what you watch. Berikan pengalaman dan pemahaman yang positif untuk
bawah sadar kita, salah satunya dengan menghindari tv dan Koran.
12) Tantangan, cobaan dan penderitaan diperlukan dalam hidup sebagai picu bagi potensi-potensi kita yang belum terungkap à
dikaitkan dengan teori highway hypnosis bahwa banyak orang terhipnosis
ketika tengah menyupir terutama di jalan tol yang lurus. Hidup yang
lurus tanpa tantangan diibaratkan seperti jalan tol yang melenakan,
sehingga tanpa sadar dapat mengakibatkan kecelakaan parah atau kematian
karena keterlenaan/kemanjaan diri.
13) Penderitaan, bila dapat dihadapi dengan keberanian, merupakan paspor terbesar menuju kemerdekaan. Keberanian
itu sendiri bukan berarti ketiadaan rasa takut, tetapi keberanian
berarti kemampuan diri untuk tidak membiarkan diri dilumpuhkan oleh
rasa takut itu. (Paulo Coelho)
14) Kemerdekaan/kebebasan
yang absolut itu sesungguhnya tidak pernah ada. Yang ada adalah
kemerdekaan dan kebebasan untuk memilih apapun yang kita suka dan lalu
berkomitmen pada diri sendiri untuk menjalani keputusan dan pilihan
kita secara bertanggung jawab (Paulo Coelho)
15) Untuk
dapat moving on dengan hidup kita, terlebih dulu kita harus
menyelesaikan keterikatan kita dengan masa lalu (clearing the past)
dengan ikhlas. Untuk bisa membantu orang lain menyelesaikan dramanya, kita harus terlebih dahulu menyelesaikan drama kita.
16) Hidup
dan dunia tercipta sempurna demikian adanya. Kekerasan, peperangan,
kesedihan dan kejahatan adalah juga bagian dari keindahan hidup yang
harus dihayati dan dihadapi. Keseragaman adalah akhir dari kehidupan
itu sendiri.
17) Cobalah
untuk melihat sebuah hal dari berbagai perspektif dengan netral.
(Contoh: adegan Dead Poet Society, ketika robin Williams menyuruh
murid2nya untuk naik ke atas meja dan memandang sekeliling lalu meminta
mereka menceritakan apa yang mereka lihat. Kesimpulan : perlu untuk
mengambil jarak dari masalah agar bisa mendapatkan pandangan yang lebih
luas dan jelas)
18) Menerima seseorang apa adanya adalah bagian dari cinta tanpa syarat
…Keberanian itu sendiri bukan berarti ketiadaan rasa takut, tetapi keberanian berarti kemampuan diri untuk tidak membiarkan diri dilumpuhkan oleh rasa takut itu. (Paulo Coelho).
Ini yang terjadi ketika aku terlalu takut ketika belajar nyetir. aku dikalahkan oleh rasa takut tak berujung, yang akhirnya menunda diriku sendiri untuk memperoleh apa yang seharusnya bisa kuraih seandainya aku tidak membiarkan diriku dikuasai rasa takut. Sampai akhirnya aku berani nyetir, baru deh terasa, kenapa gak dari dulu gue brani nyetir, hehehehe…
-ulin-
sampai sekarang aku masih takut untuk belajar mengendarai apapun. naik ojek aja masih panik melihat lalu lintas yang menggila. hehehehe