Feed on
Posts
comments

Archive for March, 2009

PROLOG
Gulungan lontar riwayatku telah terbabar.
Sang Narada telah menceritakan semua.
Tentang aku.
Tentang Bintang.
Aku adalah Bintang. Aku adalah kedipan-kedipan cahaya yang selalu kau lihat dalam kelam malammu Aku adalah ia yang mengamati dari ketinggian, menatapmu penuh rindu dari kejauhan langit malam. Aku adalah ia yang tertakdir sebagai penuntunmu untuk kembali pulang ke tempat dari mana kau bermula. Meski [...]

Read Full Post »

Mbak Atun di multiply pagi ini menggelitik imajinasi kami untuk mempertanyakan pada diri sendiri…hidup hari tua macam apakah yang kami inginkan? dan inilah yang kutuliskan:
kakek dan nenek duduk berdampingan sambil menikmati teh dan hujan. si nenek tetap saja mengelap embun di kacamata si kakek karena panasnya teh, “jadi ingat hujan bulan juni 40 tahun yang [...]

Read Full Post »

AS THE JOURNEY BEGINS

Sejak aku menghirup harum namamu
pada sebuah senja yang tersenyum dulu,
aku merasa telah menemukan kepastian
dalam hidupku, bahwa ini adalah harum
yang akan kekal mengendap di dalam jiwaku
Sehingga, keseluruhan fikir pun langkah
padaku kemudian menjadi sebuah keniscayaan
dari jelmaan jiwamu yang musykil terbantah.
Dan kelak, pada suatu waktu ketika aku tawarkan
telapak tanganku untuk kau genggam lembut,
sesungguhnya hendak kubisikkan pula pada hatimu
untuk [...]

Read Full Post »

DALAM HUJAN SORE INI

Sore itu di teras berlantai batu, mereka duduk berdampingan di sebuah ambin kayu berlapis bantal batik tipis. Si lelaki di sebelah kanan, tangan kanannya menjewer secangkir teh hangat yang asapnya mengepul mengembunkan kacamatanya. Si perempuan di sebelah kiri, tangan kirinya mencengkiwing secangkir teh hangat rasa peppermint. Si lelaki, lengan kirinya merangkul si perempuan dengan hangat. [...]

Read Full Post »